:::: MENU ::::

Perhimpunan Mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material se-Indonesia

  • Progresif

  • Inovatif

  • Kontributif

Sabtu, 19 Desember 2015



Penggunaan Zeolit Sebagai Zat Penyerap Raksa Dari Limbah Pengolahan Tambang Emas Liar di Indonesia

Tambang Emas Liar, Andalkan Proses Amalgamasi
Dalam pelaksanaan proses pengolahan dan pemurnian emas, proses amalgamasi menjadi proses yang paling diminati oleh para penambang liar. Amalgamasi menjadi pilihan para tambang emas liar, karena proses amalgamasi begitu sederhana dalam pengolahanya, dan memiliki biaya operasional yang relatif murah. Produk hasil amalgamasi, baik masih dalam bentuk amalgam, bullion, ataupun emas murni, mudah dipasarkan oleh para penambang liar mengikuti harga yang berlaku secara umum.

Amalgamasi Tambang Liar: Sebabkan Pencemaran Sungai
Tercatat pada catatan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Sukabumi pada tahun 2004 dan 2005, pencemaran air raksa (Hg) terjadi di Sungai Ciliunggunung akibat pengolahan bijih emas oleh penduduk di Kecamatan Waluran. Tidak hanya itu, laporan Bapedal Aceh mencatatkan tiga sungai di Aceh, alirkan limbah merkuri tambang emas liar.

Zeolit Sebagai Penyerap Raksa
Setelah limbah terakumulasi dalam sebuah kolam penampungan (taling pond), usaha untuk mengurangi kadar raksa dalam limbah diperlukan agar kemudian limbah dapat dibuang dengan aman ke sungai atau laut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kadar raksa dalam limbah adalah penggunaan zat penyerap berbahan dasar mineral industri zeolit. Penggunaan zeolit sebagai penyerap raksa (Hg) yang terdapat dalam air, sangatlah dimungkinkan, karena zeolit mempunyai struktur yang berongga-rongga sebagai penyerap. Penggunaan zeolit didasarkan pada dua parameter penting yang dimiliki zeolit yaitu, nilai kapasitas tukar kation (KTK) dan daya serap terhadap molekul yang tinggi.
Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI, pada tahun 2012, menunjukan bahwa zeolit berukuran -20; +35 mesh yang telah diaktivasi pada suhu 400˚C, memiliki kemampuan penyerapan sebesar 45,45%.

Pustaka:
·         Buletin Geologi Tata Lingkungan (Bulletin of Environmental Geology)
Vol. 22 No. 3 Desember 2012 : 155 – 168.

0 komentar:

Posting Komentar

A call-to-action text Contact us